jualherbalmurah99.com Agen Resmi Penjual CRYSTAL X Asli Nasa

Crystal x_Crystal X Untuk Membersihkan Organ Intim Wanita_Crystal-X-crystal-X1.jpg

 
Rp. 200.000,00

Deskripsi Produk Natural Crystal X

Natural Crystal X for Women dari PT Natural Nusantara terbuat dari mineral alam yang sangat bermanfaat dalam membunuh kuman penyakit, bakteri merugikan, virus dan menghilangkan bau tidak sedap pada miss V. Crystal X diramu dari paduan antara zat-zat antiseptik dari daun sirih yang berperan penting untuk memberikan nutrisi alami pada jaringan epitel di dalam rongga miss V serta zat vinieil yang diekstrak dari daun sisik naga yang berperan penting untuk melenturkan serta merapatkan miss V Anda.

Crystal X for Women
REG. IDM000245253 – POM NA 18111600004

MENAMBAH KEMESRAAN DAN MEMPERBAIKI KUALITAS HUBUNGAN SUAMI ISTRI

Manfaat Besar Natural Crystal X

  • Ampuh Membunuh kuman, jamur dan bakteri merugikan
  • Ampuh Mengatasi Bau Tidak Sedap
  • Ampuh Melenturkan miss V
  • Ampuh Mencegah dan Menyembuhkan Keputihan
  • Ampuh Membersihkan kerak dan kotoran di selaput miss V
  • Ampuh Menambah kepekaan terhadap daya rangsang
  • Ampuh Menyembuhkan iritasi diselaput miss V
  • Ampuh Mencegah tejadinya kanker pada organ reproduksi wanita

Cara Pemakaian Natural Crystal X

  • Basahi Crystal-X, kemudian masukan ke dalam miss V sedalam 4cm, putar kurang lebih 10 detik.
  • Keluarkan dan bersihkan dengan air, lap dengan kain kering.
  • Simpan di tempat kering.
  • Dipakai 1-2 kali sehari sehabis mandi (untuk perawatan).

Crystal X for Women aman untuk pemakaian jangka panjang! Karena tidak ada efek samping negatif.

Produk Lainnya:

Viterna-viterna nasa.jpg
Viterna NASA

Rp 150.000

Beli
Vitamin-Vitamin Ternak.jpg
Vitamin Ternak

Rp 150.000

Beli



Apakah Benar "Neanderthal" Punah Dimakan Manusia?

Saco-Indonesia.com — Peneliti asal Soanyol memiliki teori baru tentang salah satu penyebab kepunahan neanderthal (Homo neanderthalensis). Menurut para peneliti, manusia ikut berkontribusi dalam kepunahan spesies itu, salah satunya dengan memburu dan memakannya.

Policarp Hortola dan Bienvenido Martinez-Navarro dari Universitat Rovira i Virgili di Tarragona, Spanyol, mengatakan, "Kecuali di tanah asalnya Afrika, di benua lain, Homo sapiens bisa dikatakan sebagai spesies invasif."

Saat ini, ada banyak kasus ketika spesies dalam hal invasi mengancam spesies lokal. Jadi, pada akhir masa pleistosen, mungkin saja neanderthal kalah berkompetisi dengan manusia yang terus menyebar ke Asia dan Eropa.

"Kami berpikir bahwa manusia yang mendiami relung yang sama dengan neanderthal, tetapi punya teknologi lebih maju, dalam kolonisasi di wilayah Eropa akan berkompetisi secara langsung untuk memperoleh makanan dan sumber daya alam lain," kata Martinez-Navarro seperti dikutip NBC News, 21 Mei 2013.

Kompetisi serupa dalam hipotesis ini juga dijumpai pada hewan lain. Misalnya, harimau bergigi pedang Afrika yang menginvasi Eropa 1,8 juta tahun lalu memusnahkan kerabatnya. Kemudian, invasi African spotted hyena juga bersamaan dengan punahnya giant short faced hyena 800.000 tahun lalu.

Hortola dan Martinez-Navarro dalam artikelnya di jurnal Quatemary International edisi Mei 2013 mengatakan bahwa mereka meyakini hipotesisnya, tetapi hingga saaat ini belum memiliki bukti yang bisa mendukungnya.

"Satu-satunya cara untuk menguji kebenaran teori itu adalah menemukan bukti langsung tanda bekas manusia memakannya pada tulang neanderthal, seperti tanda kerusakan pada tulang pada artefak yang dibuat manusia," kata Martinez Navarro.

Ilmuwan ekologi purba JR Stewart dari Bournemouth University di Inggris mengungkapkan bahwa memang bukti yang mendukung teori itu belum ada. Namun, bukan berarti teori itu bisa langsung gugur. Hanya, masih banyak yang perlu diteliti untuk membuktikan kebenarannya.

"Ini menarik karena faktanya sisa-sisa neanderthal yang memiliki tanda bekas dipotong ditemukan di tempat yang penuh artefak neanderthal, bukan artefak manusia. Ini artinya bahwa mereka dimakan neanderthal sendiri," katanya.

"Gagasan bahwa manusia memburu neanderthal hingga punah seperti kepunahan megafauna termasuk baru. Bukan manusia membunuh neanderthal dengan genosida, seperti yang sebelumnya pernah diduga," imbuhnya.

 

Editor :Liwon Maulana(galipat)
Apakah Benar "Neanderthal" Punah Dimakan Manusia?